Tenses
Belakangan ini saya tidak bisa menghindar dari keharusan untuk menulis dalam bahasa Inggris. Bahasa yang menurut saya terlalu banyak aturan, lengkap dengan setumpuk perkecualian.
Setiap menyerahkan naskah tulisan pada orang yang belum pernah membaca tulisan saya dalam bahasa Inggris, saya sering memberi peringatan : "Harap maklum, penulis naskah ini tidak fasih dengan perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa aslinya. Dalam bahasa saya kata kerja tidak berubah terlepas dari kapan suatu aktivitas terjadi. Juga tidak terpengaruh jumlah ataupun gender dari subjek dalam suatu kalimat".
Baiklah, ini memang kebiasaan buruk menyalahkan bahasa ibu yang tidak mengenal tenses untuk menutupi kemalasan saya mengikuti peraturan bahasa asing secara lebih disiplin. Tapi saya sering membuat pembenaran atas kebiasaan buruk ini. Saya sering berpikir bahwa sebenarnya perubahan kata kerja dalam bahasa Inggris itu tidak perlu. Kalau ada yang bilang "Saya makan kemarin". Saya sudah cukup paham bahwa itu terjadi di masa lampau. Kenapa harus membuat aturan "Saya makan-ed kemarin", atau perubahan yang tidak perlu lainnya ? Atau lebih runyam lagi, buat apa mengubah makan tanpa aturan menjadi "maken"misalnya ?
Namanya orang mencari pembenaran, selalu membuat alasan yang mendukung. Memberi contoh yang mudah diserang dan membuktikan dugaan bahwa tenses ini tidak perlu. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, barangkali ada gunanya. Coba kita liat contoh kalimat lain : "Saya gagal, tapi akan saya coba lagi." Google dengan cerdas menerjemahkan ini sebagai "I failed, but I will try again". Gagal, diubah menjadi "failed" bentuk lampau, bukan "fail".
Ada perbedaan makna antara versi bahasa Indonesia dengan versi bahasa Inggris Google. Versi bahasa Inggris menunjuk ke suatu kejadian yang jelas terjadi di masa lampau. Apakah sekarang saya masih gagal ? Kita tidak tahu, tidak dibahas dalam konteks kalimat ini. Versi Indonesia : "Saya gagal". Ini artinya apa ? Apakah sampai sekarang masih merasa gagal ? Bisa jadi. Ada sedikit kelonggaran untuk mengartikan apa maksud seseorang ketika dia mengatakan : "Saya gagal" Bisa jadi dia gagal kemarin, bisa jadi dia masih gagal sekarang.
Sementara bahasa inggris menghapus keraguan bahwa orang yang akan mencoba kembali ini gagal di waktu yang lalu. Bukan di waktu sekarang.
Jadi kesimpulannya apa ? Saya mesti memaklumi kebiasaan orang inggris yang memperumit cara mereka berkomunikasi dengan berpíkir tentang kapan suatu pernyataan terjadi, apakah yang melakukan jamak atau tunggal dan lain-lain. Walaupun ribet, tapi cara berkomunikasi seperti ini memperjelas apa yang ingin disampaikan. Karena saya sudah memaklumi cara berpikir mereka, semoga mereka juga bisa memaklumi bahwa pada dasarnya saya tidak terlalu peduli dengan urusan waktu.
Di negara asal saya, matahari selalu bersinar sepanjang tahun. Tidak ada yang sibuk berpikir di musim panas tentang bagaimana akan menghadapi musim dingin, karena setiap saat tanah air akan selalu hangat. Sehingga masalah waktu bukan urusan yang sampai perlu membuat kata kerja berubah-ubah. Ah sudahlah, sepertinya lebih baik saya belajar menghindari kesalahan yang sama daripada ngomel di sini.