Doa

  رب اغفر لي و لوالدي  رب ارحمهما  كما ربياني  صغيرا
Rabbighfir li waliwalidayya, rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira.
Lord, forgive me and my parents, bestow mercy upon my parents,
as they brought me up when I was young.

Pada hari ke dua di bulan Ramadhan ini, Ananta mulai mencoba mengingat doa untuk orang tua di atas. Seperti biasa, selalu ada rasa  haru bercampur sedikit was-was. Perasaan yang pertama mudah dimengerti. 

Melihat seorang anak mendoakan orangtuanya, walaupun masih dengan terbata-bata. Terutama karena anak itu adalah anak tunggal (sementara ini), berarti di samping ibunya, salah satu dari yang dia doakan adalah saya.

Perasaan yang ke dua adalah rasa was-was. Ketika sang buah hati, mulai berdoa kepada yang maha Kuasa, agar Dia mencintai saya sebagaimana saya mencintainya waktu kecil. 

Akar dari rasa was-was ini adalah pertanyaan yang timbul, sudah cukupkah cinta dan kasih sayang masa kecil yang dia terima?  Seandainya belum cukup, apa yang bisa aku harap dari Mu, ya Allah, seandainya doa yang tulus itu terkabul?